KONSULTASI
Logo

Harga TBS Sumut Turun Dibanding Pekan Lalu, Periode 15-21 Oktober Dibanderol Rp 3.649,38

15 Oktober 2025
AuthorHendrik Khoirul
EditorDwi Fatimah
Harga TBS Sumut Turun Dibanding Pekan Lalu, Periode 15-21 Oktober Dibanderol Rp 3.649,38

Sawitsetara.co – MEDAN – Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit Provinsi Sumatera Utara (Sumut) untuk periode 15 hingga 21 Oktober 2025 mengalami penurunan dibandingkan minggu lalu. Harga ini ditetapkan dalam rapat Kelompok Kerja Teknis Tim Rumus Harga TBS Kelapa Sawit Produksi Petani Provinsi Sumut, Rabu (15/10/2025).

Penurunan harga ini disebabkan harga rata-rata CPO (Crude Palm Oil) lokal dan ekspor ditetapkan Rp 14.528,55 (tidak termasuk PPN), dan harga rata-rata kernel lokal adalah Rp 13.461,62 (tidak termasuk PPN). Sementara Faktor “K” ditetapkan sebesar 93.03%.

Berdasarkan dokumen yang diterima sawitsetara.co, harga TBS Sumut untuk kelapa sawit produktif alias dari tanaman umur 10-20 tahun dibanderol Rp 3.649,38. Harga ini tercatat turun sebesar Rp 15,79, dibandingkan minggu lalu yang mencapai Rp 3.665,17.


Idul Fitri

Secara keseluruhan, berdasarkan umur tanaman berikut daftar harga TBS kelapa sawit Sumut periode 15-21 Oktober 2025:

Umur Tanaman 3 Tahun: Rp 2.824,89

Umur Tanaman 4 Tahun: Rp 3.094,70

Umur Tanaman 5 Tahun: Rp 3.282,32

Umur Tanaman 6 Tahun: Rp 3.375,44

Umur Tanaman 7 Tahun: Rp 3.404,42

Umur Tanaman 8 Tahun: Rp 3.496,75

Umur Tanaman 9 Tahun: Rp 3.561,53

Umur Tanaman 10-20 Tahun: Rp 3.649,38

Umur Tanaman 21 Tahun: Rp 3.642,42

Umur Tanaman 22 Tahun: Rp 3.595,12

Umur Tanaman 23 Tahun: Rp 3.559,98

Umur Tanaman 24 Tahun: Rp 3.443,74

Umur Tanaman 25 Tahun: Rp 3.339,67.

Tags:

harga TBS

Berita Sebelumnya
Isu Negatif Dapat Memukul Harga TBS

Isu Negatif Dapat Memukul Harga TBS

Suka tidak suka harus diakui bahwa isu-isu negatif yang menyerang sektor kelapa sawit baik dari dalam ataupun luar negeri akan berdampk kepada harga cude palm oil (CPO) dan otomatis juga akan ikut memukul harga tandan buah segar (TBS) dan jika harga TBS terpukul maka petanilah yang paling akan berdampak. Sebab petani adalah bagian paling ujung hulu dari sektor kelapa sawit.

14 Oktober 2025Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *